Langsung ke konten utama

Postingan

HINDARI BERKELUH KESAH

Setiap manusia memiliki permasalahan hidup. Permasalahan tersebut beragam, ada yang terjerat dengan kemiskinan, terjerat utang, sulit mencari pekerjaan, selalu gagal dalam berbisnis, susah mencari dan mendapatkan jodoh,   menderita sakit berkepanjangan, broken home , karier hancur dan masalah hidup lainnya. Permasalahan hidup ini menjadikan manusia berkeluh kesah baik kepada Allah swt. maupun kepada manusia. Berkeluh kesah adalah sifat yang harus dihindari, karena dengan berkeluh kesah akan menjadikan   manusia semakin sulit dan semakin kesusahan untuk keluar dari permasalahan hidup yang dihadapi. Banyak orang yang ketika tertimpa musibah atau ujian yang diberikan, mengambil jalan pintas dengan mendatangi paranormal dengan harapan bisa keluar dari masalah. Padahal, justru akan semakin tertutup jalan keluar dan Allah swt. tidak akan memberikan hidayah-Nya jika itu dilakukan. Oleh karena itu, permasalahan hidup harus diterima dengan lapang dada, sabar dan tawakkal, serta mencari...

JANGAN SIA-SIAKAN HIDUP (Seri 3)

Hidup adalah misteri. Terlalu berharga jika kita maknai dan habiskan dalam kesia-siaan. Roda kehidupan akan berputar. Tidak mungkin kita akan selalu berada di bawah. Boleh jadi, suatu hari kita berada di atas. Hari ini kita terpuruk, esok lusa kita akan bahagia. Oleh karena itu, selalu sertakan Allah swt. dalam keadaan apa pun. Berusaha dan berdoa merupakan kunci untuk menjalani hidup. Yakinkan diri untuk selalu berbuat baik, walaupun memang kebaikan itu berat untuk dilakukan. Persiapkan diri dengan baik untuk bekal di akhirat. Jangan sia-siakan hidup, perbanyak amal kebaikan agar selamat di dunia dan diakhirat. Melanjutkan tulisan yang lalu, maka penulis masih membahas tentang beberapa cara yang dapat ditempuh agar hidup ini tidak sia-sia. Adapun cara tersebut adalah : Jangan Bersedih, Sebab yang Tampak Buruk Kadang Bermanfaat Setiap manusia diberi potensi atau kelebihan yang luar biasa dari Allah swt. dan juga diberi kelemahan. Salah satu kelemahan itu adalah terbatasnya jangka...

JANGAN SIA-SIAKAN HIDUP (Seri-2)

Hidup hanya sekali. Manfaatkan waktu dengan baik dengan melakukan hal-hal yang baik dan positif untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika kita memanfaatkan dengan baik dan istiqamah melakukannya, maka hidup takkan sia-sia dan membawa keberkahan. Melanjutkan tulisan yang lalu, maka penulis masih membahas tentang beberapa cara yang dapat ditempuh agar hidup ini tidak sia-sia. Adapun cara tersebut adalah : Cukup menjadi Diri Sendiri Setiap manusia memiliki potensi yang diberikan oleh Allah swt. Potensi tersebut adalah potensi ilahi atau keagamaan, kecerdasan, dan seterusnya. Potensi ini harus dimaksimalkan, karena memaksimalkannya berarti meyakini kemampuan diri, dan menyakini kemampuan diri adalah sebuah kebahagiaan. Diri dapat menghadirkan ketenangan. Diri dapat mengetahui sumber ketenangan, dan ketenangan itu muncul karena adanya kekuatan Ilahi. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita mampu menyelesaikan masalah yang muncul dari diri kita. Jika kita memiliki masal...

JANGAN SIA-SIAKAN HIDUP (Seri 1)

Hidup adalah misteri. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam hidup. Hari ini kita bahagia, esok lusa kita sengsara dan sebaliknya, hari ini kita diuji dengan cobaan dan musibah yang berat, esok lusa kita diberi kenikmatan yang terindah sehingga musibah itu terlupakan. Hidup seperti roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Oleh karenanya, jangan sombong dan membanggakan diri ketika kita berada di atas, karena boleh jadi esok lusa kita berada di bawah. Yakin dan percaya semua ini sudah ditentukan Allah swt. Manusia hanya mampu berusaha dan berdoa dalam menjalani hidup, akan tetapi Allah swt. yang menentukan apa yang terjadi. Terlalu naif jika kita menghabiskan hidup ini dengan sia-sia dan terlalu berharga jika kita maknai dengan baik. Oleh karena itu, jangan sia-siakan hidup ini, jika memang sudah ditakdirkan untuk mendapat musibah dan cobaan dalam hidup maka jangan selalu berburuk sangka kepada Allah swt., boleh jadi Allah menguji kesabaran kita dan membuat ima...

ADA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

  Tidak ada orang yang ingin ditimpa musibah. Semua orang menginginkan kehidupannya mulus tanpa rintangan, tantangan dan hambatan. Namun apa daya, manusia selalu menginginkan yang terbaik dalam hidup, akan tetapi penentu dalam kehidupan ini adalah Allah swt. Musibah adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Allah. Mengimani ketentuan-Nya adalah mengimani salah satu rukun iman yaitu qadha dan qadar. Qadha dan qadar adalah ketetapan yang telah Allah tentukan kepada manusia sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan. Sebagaimana dalam QS. Al-Qamar (54):49, “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”, dan QS. Al-Hadiid (57):22, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” Dengan demikian, tidak ada orang yang bisa mengelak dari takdir Allah. Semua sudah digariskan kapan bahagia, kaya, me...

MATANGKAH KITA DALAM BERAGAMA?

Setiap orang ingin menjadi penganut terbaik dalam beragama. Untuk mencapai hal tersebut, maka seseorang harus memiliki keyakinan keagamaan yang baik ditandai dengan menampilkan sikap dan tingkah laku keagamaan yang mencerminkan ketaatan terhadap agamanya. Ketaatan dan kesadaran beragama menjadi ciri dalam kematangan beragama.  Orang yang berusia lanjut, pengalaman kehidupan beragama sedikit demi sedikit makin mantap, karena dalam dirinya sudah terorganisir yang namanya kesadaran dalam beragama. Motivasi dan intelegensi pada usia lanjut cukup tinggi sehingga kesadaran beragamanya matang. Menurut Jalaluddin, kesadaran beragama dilandasi dan diwarnai dengan tingkah laku yang tampak, sikap, pemikiran, tujuan, minat, kemauan dan tanggapan terhadap nilai-nilai abstrak yang ideal. Semua tingkah laku dalam kehidupan, baik berkeluarga, berekonomi, bermasyarakat, berpolitik, dan belajar mengajar selalu diwarnai dengan kesadaran beragama. Agar kita matang dalam beragama, maka ada beberapa...

SIKAP DAN PERILAKU DALAM BERAGAMA

  Manusia adalah makhluk yang berasal dari dua dimensi yaitu dimensi jasmani dan rohani. Kedua dimensi ini harus berjalan secara seimbang. Ketika berjalan secara seimbang, maka manusia akan hidup dengan tenang, damai dan sejahtera. Puncak perkembangan jasmani manusia ditandai dengan kedewasaan dan puncak perkembangan rohani manusia ditandai dengan kematangan. Dalam mengenal dan memahami agama, seseorang akan menampilkan dalam berperilaku dan bersikap. Jika seseorang taat dalam beragama, maka ia akan menampilkan ketaatannya dalam tingkah laku keagamaannya. Akan tetapi jika ia tidak taat, maka ia juga akan menampilkan ketidak taatannya dalam sikap dan perilaku dalam beragama. Oleh karena itu, kematangan dalam beragama akan terlihat dari sikap dan tingkah laku dalam beragama. Mengenal, memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai agama yang dianut dalam kehidupan keseharian menjadi ciri seseorang matang dalam beragama. Menurut William James sebagaimana dikutip Akmal Hawi dalam buku “S...